
Entah kenapa aku begitu takut pada gelap. Rasanya didalam gelap ada makhluk yang diam mengendap-endap. Makhluk dengan bentuk yang aku tak tahu akan membawamu ikut lindap, ikut lenyap.
Aku bukan takut kehilanganmu; tapi aku takut dihajar rindu. Bukan takut tak mampu bertemu, aku takut kehilangan harapku.
Lalu tiap pagi.. aku mensyukuri matahari. Mensyukuri sinar yang mengusir kelam pergi. Rasanya pagi adalah hadiah yang Tuhan beri karna tau ada hal yang aku nanti, ada banyak hal yang harus diperbaiki.
Sampai kapan aku takut malam, sampai kapan aku terus berharap siang..
Mungkin sampai Tuhan berhenti keras kepala, lalu menyetujui takdir yang kita ingini.
Tuhan mungkin sedang memberi kita waktu.
Kita dipersilakan memperbaiki diri, menata hati dan memantaskan diri. Saat kita siap, bisa jadi calon kita orang yang sama. Hanya saja, saat kita bertemu dengannya kita sudah siap. Bukankah itu lebih bagi kita?
Bisa jadi juga, calon kita orang yang berbeda, tapi sama baiknya dengan orang yang pertama. Mungkin juga orang yang lebih baik darinya.
Tuhan mungkin benar-benar hanya memberi kita waktu…
Biarkan waktuku benar-benar habis, untuk mengerti yang tersimpan di matamu. Aku sungguh mencintaimu, Tuhan tau itu.






