Entah ini karena takdir yang tak bisa di ajak berandai-andai
Kini, Aku sudah kehilanganmu
Jalan yang biasa kita lalui bersama seketika berubah menjadi labirin
Malam yang biasa kita jadikan tempat memadu kasih tiba-tiba saja hambar
Angin yang biasa membawakan rinduku, menepi dalam kesepian
Jujur, Sendirian mencintaimu itu tak lagi menyenangkan
Maafkan aku,
Aku tak lagi mampu mengejatawantahkan parasmu dalam puisi ini
Sebab saat aku mulai melukismu dalam kata
Ia terbata-bata bahkan tidak sedikit terhapuskan airmata
Bahasaku tak lagi bernyawa saat kau tak lagi ada disini
Kini, Aku sudah kehilanganmu






