head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Friday, April 22, 2016

Dimana Magrib Ku

Google+

Maghrib, ada yang tersesat pada selembar kain bergambar masjid bertiang banyak, saat menunduk tak bisa lagi membuka mata. Hanya bibir yang mengucap, mengecup lirih, hurufhuruf dalam sebaris doa, atau ayat, atau surat, atau apa saja dalam kitab bertulisan Arab.


Maghrib, ada yang bingung dan linglung, menatap langit merah dengan kelam di ujung, gelisah luntanglantung mencari di antara mendung, matanya liar tak berkedip. Hanya mata di kakinya mengajak berjalan, arahnya entah, tujuannya antah.

Maghrib, tak ada kulit kerbau dipukul berirama, hanya lempengan cakram perekam berkualitas kaki lima, memanggil, mengajak. Dan ada yang terpuruk menutup telinga dengan penyumpal kapas, menutupnya sampai ke hati, sampai ke jiwa. Kemudian Isya datang, ia pulang ke ranjang jalang.

Maghrib, cuma iklan di televisi negeri ini.


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+