head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Monday, April 4, 2016

Cerita Senja Dan Pagi Hari

Google+

Kalian mengenal senja? Ya, ia adalah sosok yang hangat, yang kadang dirindukan semua orang. Senja selalu mampu membuat orang-orang tak berhenti menyaksikan, ia begitu mempesona. Senja mengingatkan orang-orang pada rindu yang tak pernah habis. Ada damai disana saat melihat wajah senja. Dan jika kamu tak berhati-hati kamu bisa jatuh hati padanya. Berhentilah memandangnya, karena katanya, jika sudah tersipu, kamu akan sulit berpaling.

Tidak hanya orang-orang yang menyukai senja. Namun sesuatu yang tak pernah melihatnya pun bisa dibuatnya jatuh hati. Ialah Fajar. Pernah suatu ketika Fajar jatuh hati pada senja. Bagaimana mungkin? Sedangkan ada tembok besar yang menghalangi pertemuan mereka. Bagaimana mungkin senja bisa membuat Fajar jatuh hati? Setiap hari Fajar merindukan senja, artinya Fajar rela pergi agar senja bisa datang. Senja tak pernah tahu bahwa ia telah membuat Fajar terpesona. Setahu senja ia tak pernah bertemu Fajar dan bagaimana mungkin Fajar bisa menyukainya? Setahu senja mereka tak pernah bertemu dan bagaimana mungkin rasa itu berlaku. Senja paham bahwa mereka berada di langit yang sama, namun senja sangat paham bahwa kehidupan mereka sangat berbeda.

Ketika senja berlalu menemui malam, senja memahami bahwa semakin pekatnya malam ia semakin hilang dan artinya fajar akan segera datang. Membawa harapan-harapan baru  bagi orang-orang yang penuh semangat. Sedangkan senja, ia melalui hari-harinya bersama orang-orang yang baru saja melalui harinya, mengantarkan mereka menuju malam, menuju ketenangan. Waktu yang tepat untuk melepas lelah dan mendekap dalam hening untuk mengisi energi baru agar segera kembali menemui Fajar dengan penuh semangat.


Bagi Fajar, mendengar cerita senja saja sudah sangat menyenangkan. Bagaimana ia bisa tahu tentang Senja? Dari mana lagi kalau bukan malam yang terus menerus ia bujuk agar menceritakan bagaimana kabar senja hari ini. Bagi sebagian orang mungkin malam adalah waktu-waktu yang tepat untuk berkumpul bersama orang-orang tercinta. Malam sering menyaksikan bagaimana keakraban lahir ditengah-tengah lelah yang menggerayangi tubuh. Bagi sebagian yang lain, malam tidak lebih dari sekedar sepi, yang membuat orang-orang tak sabar bertemu pagi. Ada juga yang mengenal malam dengan sangat baik. Mereka membersamai malam dengan sangat indah. Membiarkan malam menyaksikan mereka dalam posisi rendah, tertunduk, menangis. Malam menyaksikan semuanya. Ya, semuanya.

Bagi Fajar, Malam adalah sahabat karibnya. Sahabat yang tak pernah lelah menunggunya datang melihat langit yang semakin gelap mulai berubah warna secara perlahan. Dari Malam Fajar mengenal Senja. Mendengar cerita tentang senja dan betapa mempesonanya senja, apalagi bagi mereka yang berada di puncak-puncak gunung, di pesisir-pesisir pantai, tak sabar menantikan wajah senja yang memerah dan merona. Menutup hari untuk beristirahat dan bersiap menyambut esok. Senja menyisakan kedamaian bagi hati-hati yang merindu, bahwa penantian akan segera berakhir dan pencarian akan segera menghasilkan. Namun dalam setiap akhir ceritanya, Malam selalu mengingatkan Fajar bahwa ia tak boleh menyukai senja, karena menurut Malam bagaimana mungkin engkau menyukai sesuatu yang tak mungkin engkau miliki.

-TAMAT


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+