Si bodoh dan kebodohannya yang membodohi dia hingga kian bodoh karena ia terlalu bodoh untuk tidak tetap menjadi si bodoh.
Bodoh.!!
Terlalu bodoh dan lamban menyadari rasa itu menyelip sesak di hatinya. Entah sejak kapan dan mengapa, bahkan hingga kini pun ia tak tahu. Mengapa orang itu adalah kamu? Mengapa dan apa yang membuat nya menjadi seperti orang yang amat bodoh? Ah, dia tak tahu. Tentu, karena sejak awal dia memang bodoh, namanya si bodoh.
Katakan, apa itu? Hal menawan apa yang kamu miliki hingga otak si bodoh hanya merefleksikan gelombang akan memorinya tentang kamu? Mengapa kamu tak pernah lelah dan jera memberikan percikan demi percikan listrik yang mengacaukan kerja syaraf si bodoh? Kamu melompat ke kanan, lalu berguling ke kiri, dan tengkurap ketengah, bahkan jungkir balik ke belakang, mengapa? Seolah di setiap labirin otak si bodoh hanya di kuasai secara otoriter olehmu, mengapa? Mengapa kamu tak kunjung sudi enyah walau hanya sehari saja dalam ruang pikir dan jendela hati si bodoh?
Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Katakan, apa itu? Hal menakjubkan apa yang kamu pamerkan sehingga sukses membuat mata si bodoh silau, hingga ia kian bodoh, tak memperhatikan tapak-tapak langkahnya, ia pun tergelincir, terjatuh, berguling, tersangkut, dan akhirnya terhempas keras di dasar jurang mu? Ternyata, dia tidak hanya bodoh, tapi sangat bodoh, oh tidak, terlalu bodoh, bahkan melangkah dengan benar pun ia tak sanggup, bodoh sekali bukan? Betapa bodohnya si bodoh, bukan?
Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Katakan, apa itu? Hal apa itu? Si bodoh pun ingin tahu, walau ia mungkin tak akan mengerti, karena kebodohannya tentu, tapi sungguh, ia pun ingin tahu, walau hanya sekedar tahu, apa itu? Hanya agar ia memiliki sebuah alasan yang akan mendorongnya tegar untuk berdiri, memanjat, kembali ke atas walau penuh lecet dan memar, dan berharap menemukan seseorang yang kelak mampu menjaga langkahnya agar ia tak lagi tergelincir di jurang yang gelap, dingin, sesak, dan sepi ini, apa itu?
Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Katakan, apa itu? Apa yang telah tega kamu lakukan hingga si bodoh terjebak dalam bayang mu? Bahkan si bodoh karena saking bodohnya, tetap bertahan terinjak di bayangmu, hanya bayangmu, bukan kamu, bertahan dalam gelap, si bodoh hanya sendiri, lalu mengapa? Apa alasannya? Apa itu? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa suka padamu?
Katakan, apa itu? Ayolah, katakan pada si bodoh, apa itu?
Apa kamu seorang perempuan bak artis Korea yang si bodoh kagumi?
Apa kamu seorang putri kerajaan?
Atau seorang putri keraton Jogja?
Apa kamu seorang yang amat pintar?
Apa kamu seorang pengumpul medali berbagai macam olimpiade Sains?
Apa kamu seorang yang sangat brilian dalam seni?
Apa kamu seorang yang sangat cantik?
Apa kamu seorang yang sangat kaya?
Apa kamu seorang kerabat dekat kepala negara?
Apa kamu seorang yang amat populer?
Apa kamu seorang yang bergaya super trendy?
Apa kamu seorang yang memiliki kemampuan super, terbang di udara?
Apa kamu seorang yang sangat di kagumi semua pria?
Apa kamu seorang yang sangat taat beragama?
" Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, si bodoh menggeleng.Tak ada satupun jawaban yang iya. Semuanya tidak."
Lalu, mengapa si bodoh bisa terperosok begitu dalam di jurang ini?
Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Baca Juga >> Sepucuk Pesan Si Bodoh
Sepucuk Pesan Si Bodoh Bab 2
Sepucuk Pesan Si Bodoh Yang Terakhir
Katakan, apa itu? Apa yang membuat si bodoh bahkan baru menyadari bahwa mungkin saja benih rasa itu telah tumbuh sebelum kamu dan si bodoh tak saling jumpa sekian lama?Apa kamu tak mengerti? Uhm, maksud si bodoh begini, bukan nya tak mungkin, bahkan, itu sangat masuk akal, apabila ternyata rasa itu mekar saat kamu dan si bodoh masih saling jumpa, ketika si bodoh masih mampu menangkap getar vokal mu, ketika si bodoh masih sanggup melihat ekpresi mu yang membuatnya kesal, namun, karena saking bodohnya ia pun tak tahu mengapa ia begitu merindukan momen itu saat ini, sangat dan sangat, dan dia baru tersadar sejak 168 hari lalu, bahwa ada sesuatu yang benar-benar kurang dari Senin hingga kembali berjumpa Senin, dalam tiap hari nya, 24 jam 1440 menit 86400 detik, yaitu hadirmu.
Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Katakan, apa itu? Si bodoh, si bodoh yang bodoh itu, dia, bahkan tak mengerti diri nya sendiri, betapa bodohnya bukan? Mengapa ia begitu bodoh hingga membuatnya tampak terlalu bodoh terjatuh dalam kebodohannya yang memang bodoh? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Katakan, apa itu?
Mengapa si bodoh bisa jatuh cinta padamu?
Bodoh.








