Percayalah bahwa di setiap jejak kakimu, akan ada aksara yang tertinggal. Sederetan kata yang menunjukkan seberapa besar upayamu. Sederetan kata yang mengoceh tentang perjuanganmu. Tentang perjalananmu. Tentang tantangan hidupmu. Tentang ketidakabadianmu. Sederetan kata yang membuktikan bahwa kamu ada.
Percayalah bahwa di setiap hela nafasmu, ada rajutan yang akan teranyam rapi dalam benakmu. Tentang kehangatan. Tentang matahari. Tentang dingin menggigit. Tentang hujan. Tentang laut. Tentang bukit dan lembah. Tentang rumahmu. Tentang tempat tidurmu. Tentang semesta yang menemanimu tumbuh dan berkembang menjadi seorang kamu.“ MASA DEPAN. Satu pertunjukkan belum aku pertontonkan kepadamu. Kisahnya sudah ada, namun aku belum tahu bagaimana. Tuhan tengah mengenggamnya. ”
Dan pada akhirnya, percayalah bahwa di akhir perjalananmu, kamu akan menulis tentang aku. Tentang hatiku. Tentang yang tidak terbalas. Tentang mataharimu. Tentang bahagia hidupmu. Tentang satu keberadaan yang mau tidak mau akan selalu mengikutimu. Tentang yang tulus bersemayam dalam hatimu.
Ini adalah jurnal yang akan kamu tulis sampai mati. Ini adalah jurnal penuh coretan yang kamu torehkan di sepanjang perjalananmu. Sampa nanti kamu akan berhenti melangkah, ingatkan hatimu bahwa jurnal ini masih akan kamu jaga.
Mari bersulang untuk kehidupan.







