head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Sunday, April 3, 2016

Jurnal Kehidupan

Google+

Percayalah bahwa di setiap detik hidupmu, ada jurnal yang secara tak sadar akan kamu rangkai. Tentang hidupmu dan hidup orang lain yang bernapas bersama-sama dengan kamu. Tentang ibumu dan tentang ayahmu. Tentang kakakmu dan tentang adikmu. Tentang temanmu dan tentang musuhmu. Tentang Tuhan dan tentang iblis yang kadang hinggap di hatimu.

Percayalah bahwa di setiap jejak kakimu, akan ada aksara yang tertinggal. Sederetan kata yang menunjukkan seberapa besar upayamu. Sederetan kata yang mengoceh tentang perjuanganmu. Tentang perjalananmu. Tentang tantangan hidupmu. Tentang ketidakabadianmu. Sederetan kata yang membuktikan bahwa kamu ada.
“ MASA DEPAN. Satu pertunjukkan belum aku pertontonkan kepadamu. Kisahnya sudah ada, namun aku belum tahu bagaimana. Tuhan tengah mengenggamnya. ”
Percayalah bahwa di setiap hela nafasmu, ada rajutan yang akan teranyam rapi dalam benakmu. Tentang kehangatan. Tentang matahari. Tentang dingin menggigit. Tentang hujan. Tentang laut. Tentang bukit dan lembah. Tentang rumahmu. Tentang tempat tidurmu. Tentang semesta yang menemanimu tumbuh dan berkembang menjadi seorang kamu.

Dan pada akhirnya, percayalah bahwa di akhir perjalananmu, kamu akan menulis tentang aku. Tentang hatiku. Tentang yang tidak terbalas. Tentang mataharimu. Tentang bahagia hidupmu. Tentang satu keberadaan yang mau tidak mau akan selalu mengikutimu. Tentang yang tulus bersemayam dalam hatimu.

Ini adalah jurnal yang akan kamu tulis sampai mati. Ini adalah jurnal penuh coretan yang kamu torehkan di sepanjang perjalananmu. Sampa nanti kamu akan berhenti melangkah, ingatkan hatimu bahwa jurnal ini masih akan kamu jaga.

Mari bersulang untuk kehidupan.
Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+