Asal mula Black Hole diperkirakan terbentuk ketika bintang raksasa mati dan hancur terserap oleh medan gravitasi yang dibuatnya sendiri. Ukurannya akan semakin kecil hingga menjadi sangat padat dan kecil yang disebut dengan Singularity. Massa Black Hole diperkirakan 10x massa matahari (sekitar 10^31 Kg) dengan diameter 4,3x diameter matahari (sekitar 6juta Km). Black Hole akan menyerap semua partikel termasuk cahaya kedalamnya dan materi tersebut akan hancur saat tiba di Singularity. Black Hole juga mampu membengkokkan cahaya yang disebut dengan Gravitational Lensing. Black Hole dapat dianalogikan sebagai pusaran air yang sangat besar yang mampu menarik segala sesuatu kedalamnya. Semakin dekat ke pusaran air, semakin besar tarikannya.
![]() |
| Black Hole |
Bahkan dalam ayat Alqur'an pun telah disebutkan tentang sebuah lorong waktu. Berikut uraian ilmiahnya oleh ilmuwan Fisika Quantum:
Berdasar info dalam Al-Qur’an :
“ (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” [QS.18.Al-Kahfi :10]
“Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu”. [QS 18.Al-Kahfi :11]
“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami bolak balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka”. [QS.18.Al-Kahfi :18]
“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”.Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”.Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi kekota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun”. [QS.18.Al-Kahfi :19]
“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)”. (QS.18.Al-Kahfi :25]
![]() |
| Gua Saksi Lorong Waktu |
Mengapa ayat Al-Qur’an tersebut menggunakan kalimat,” mereka dibolak balik? “,dimana pada ketika turunnya ayat tersebut 1400 tahun lalu tentu membuat umat manusia kala itu tak paham betul.
Sedangkan kini telah terungkap ilmu pengetahuan tentang “ Teori perputaran, Relatifitas, Teori Arus Electric, Teori Turbulency,dsb ” yang sehingga dapat memberi penjelasan makna kalimat dalam ayat tersebut.
“…Kami balik-balikkan mereka kekanan dan kekiri…” yang berarti mereka di dalam gua mengalami gaya gerak (digerakkan) atau mengalami gaya putaran.Maka pada saat itu telah terjadi peristiwa yang berkaitan dengan Teori Relatifitas,yaitu adanya gaya putar dengan kecepatan tertentu.Berapa kecepatan mereka, sehingga mereka dapat hidup megalami menembus waktu dan melintasi zaman?
Dari data-data Al-Quran,berikut hasil paparan ahli analisis untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus pembuktian kebenaran riwayat Ashabul Kahfi.
(Note: Paparan dibawah ini sebagian aku copas dari artikel di sebuah blog, banyak yg menulisnya entah siapa namun aku ucapkan terima kasih pada mereka yg telah menulisnya,kemudian aku intisarikan dengan bahasa yang mudah untuk kita pahami bersama,maklum aku bukan seorang ahli fisika)
Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang mengalami gaya gerak) adalah dapat diproyeksikan ke dalam sebuah rumus :
t0 *t=t
t0=1 hari.
*t=waktu tempuh t = 309 tahun .
= 109386 hari (Dalam tahun Qomariah,1 tahun = 354 hari).
Dan jika nilai t1 dan t0 dimasukkan kedalam rumus :
Maka,kecepatan gaya putar yang dialami oleh Ashabul Kahfi mencapai :
V2 = 0,99999.C2
V = 0,999999C
Ini adalah kecepatan gerak yang mendekati kecepatan cahaya, maka ini membuktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi (Fisika).
Ditambah dengan suatu pertanyaan kembali,
Mengapa ayat berikutnya menggunakan kalimat,”jika orang melihat mereka akan ketakutan?”
“…Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka…”
Seperti penjelasan teori relativitas diatas, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan tinggi maka selalu mengalami Dilatasi waktu juga mengalamai kontraksi panjang dengan perumusan ;
Jika V mendekati kecepatan cahaya, maka nilai L1 ( panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda) akan mendekati nol. Ini berarti Ashabul Kahfi sudah hampir tidak terlihat wujudnya jika ada orang yang melihatnya dari luar.
Namun bahwa mereka digerakkan ke kanan dan ke kiri , yang berarti mereka bergerak bolak balik, sesuai dengan teori fisika bahwa sebuah benda yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah semula, maka benda tersebut akan mengalami “Berhenti sesaat” sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnya akan kembali seperti semula. Sehingga setiap saat mereka akan berubah dari ukuran semula… mengecil… menghilang… membesar… kemudian kembali ke ukuran semula. Begitu seterusnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana wujud mereka. Tentulah sangat menakjubkan,bahasa Al-Quran nya = dapat membuat takut.
Yakni karena gerakan bolak balik mereka berkecepatan cahaya,sehingga tidak dapat diikuti oleh penglihatan mata jasad, saking cepatnya seolah bagi yang melihat itu seperti melihat sosok manusia yang sedang berdiam (posisi yoga ataupun terbaring diam), tiba-tiba berubah mengecil, menghilang, kemudian muncul lagi membesar lagi seperti bentuk semula, terus menerus begitu.(Bagaimana ga takut jika ada yang melihat?)
(takut bagi yang tak paham-benar-benar luar biasa ayat ini)?
Kemudian timbul sebuah tanda Tanya besar, yakni mengapa telinga mereka ditutup?
Namun apabila suatu benda bergerak diatas kecepatan suara, maka akan terjadi patahan gelombang suara (supersonic fracture) yang menimbulkan ledakan suara yang luar biasa kuatnya, bahkan dapat mengakibatkan pecahnya kaca dan bangunan-bangunan sekitarnya. Misalnya pada pengemudian pesawat supersonic yang membuat effect suara yang meledak-ledak dahsyat.
Contohnya saja ketika Anda pernah naik pesawat terbang, jika berada diluar dekat pesawat, maka suara pesawat akan dapat memecahkan gendang telinga kita.
Demikian pula dengan Ashabul Kahfi. Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa gerakannnya mendekati kecepatan cahaya sehingga juga berlaku terjadinya patahan-patahan gelombang suara, yang akan menimbulkan effect ledakan suara bagi yang bersangkutan,seperti halnya kita berada dalam dekat pesawat supersonic. Oleh karena itu sesuai dengan Al-Qur’an Surat.18. Al Kahfi :11, telinga mereka ditutup selama beberapa tahun, ternyata guna melindungi gendang telinga mereka dari ledakan-ledakan suara supersonic, yang hanya terasakan oleh mereka namun tidak bagi orang di luar area itu. (Bahasa,” telinga mereka ditutup ”, menurut bahasa fisikanya adalah terjadinya gaya kompresi).
Maka pada sebuah benda hidup jika mengalami /memasuki gaya perputaran dengan kecepatancahaya,akan mengakibatkan terhentinya segala aktifitas biologis pada makhluk hidup tersebut,dan mengalami gaya 0 grafitasi yang akan “ me-non aktifkan ” aliran darah, syaraf dan metabolisme tubuh, sehingga menjadi bersifat“freeze”, beku atau awet (konstan), namun tetap hidup.
Sehingga ternyata apa yang dialami oleh Ashabul Kahfi itulah menjadikan mereka “freeze” (konstan) dan ketika masa gaya putarnya terhenti membuat kesadaran mereka kembali namun tak menyadari bahwa tidur mereka ternyata telah berlangsung selama 309 tahun, maka begitulah mereka dapat mengalami menembus waktu hingga 309 tahun di masa depan dengan kondisi masih awet muda seperti usia pada 309 tahun sebelumnya.
Mungkin penjelasan di atas sama dengan orang yang meninggal dunia yang rohnya hilang atau meninggalkan jasad tubuh sehingga roh itu dapat berpindah tempat karena roh sudah tidak bisa merasakan sakit atau pun tak bisa disentuh oleh benda-benda padat sehingga roh itu dapat melakukan perjalanan kemana saja. Tetapi untunglah tuhan mengikat gerak mereka, membatasi. Jika tidak bayangkan apa yang bisa di lakukan roh itu di bumi tanpa bisa dicegah sama sekali. Mau ditangkap tetapi benda padat atau kulit atau pun senjata tembus begitu saja karena seperti bayangan yang tak bisa lagi di hancurkan atau pun di musnahkan. Sekali lagi bersyukur karena tuhan membatasi gerak roh yang telah meninggal dunia.
Baca Sambungannya di >> Lorong Waktu Bagian Ke 2










