head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Sunday, April 3, 2016

Janji Yang Tak Juga Ditepati Tapi Tak Juga Di Ingkari

Google+

Pernah aku berjanji, tak juga kutepati tapi tak juga kuingkari. Kita mulai memisahkan kata itu menjadi aku dan kamu hanya karena alasan klasik para orang tua dan kamu sangat mengerti alasan klasik itu apa???

Maaf atas janji yang masih terlambat, setidaknya aku tak menyuruhmu menunggu. Lebih baik kamu memunggungi aku lalu berbalik pulang tanpa kata kembali jika hitungan jarimu sudah mulai tidak cukup menampungnya. 

Aku memang sering menuliskan puisi juga prosa, selain aku menyenanginya juga ada kamu yang kutitip agar aksara'ku bernyawa. Meski aku tak begitu piawai. Kemampuanku berandai-andai bak pujangga tak sekelas mereka yang pandai dalam bidang itu. Hanya saja aku akan menuliskan sesuatu, yang mungkin harus kau tahu. Seperti pintamu, dulu.

Benar katamu, kita selalu memiliki semesta kecil yang padanya kita menaruh banyak harap, menciptakan beribu bahagia hingga mengukir jutaan kenangan, baik yang sudah, sedang atau bahkan akan.

Perihal kamu – terlepas dari itu kisah nyata atau fiktif, sempat tahu beberapa kisah tentangnya dari tutur aksaramu, merupakan suatu hal menyenangkan dari beribu hal menakjubkan yang aku temui di dunia nyata berlatar biru tua yang mungkin akan menjadi tenda biru entah itu aku atau,,...



Cukup menarik perhatianku dengan kau menjadikannya semesta kecil di fikiranku. Benar-benar semesta karena yang kulihat padamu aku begitu cinta sampai separuh tubuhku tak kembali-kembali. ia tertinggal di masa lalu yang sekarang kamu bawah pulang ke rumah tanpa kamu sadar.

Terkait kini masih atau sudah tak di sisimu, kau cukup hebat mengisahkan dengan bumbu kasih di setiap frasanya. Aku ikut terbawa. Hanyut di dalamnya.

Semesta kecil. Akupun sama, ingin memiliki semesta kecil. Sama halnya kamu. Seseorang yang padanya aku pulangkan segala langkah pencarian. Seseorang yang padanya aku ingin bersama, sampai tua, sampai merenta. Menciptakan kenangan-kenangan baru yang tak kalah indah dari sebelumnya – yang pernah aku miliki tentunya.

Seseorang yang padanya aku berhenti, tak kuasa berdiri lalu meninggalkan pergi karena pada dekapnya segala yang aku inginkan dan butuhkan berasal sekaligus bermuara.



Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+