Sedikit bercerita tentang kebetulan yang menakjubkan. Di luar sana, dalam keseharian kita, rasanya seringkali kita menjumpai kebetulan-kebetulan yang membuat kita berdecak kagum dan takjub, entah tentang pertemuan, kesempatan, perkenalan, atau bahkan kesamaan akan suatu hal mengenai apa yang kita pikirkan.
Kadang kita merasa bahwa kebetulan tersebut sesuatu yang di luar skenario-Nya, sesuatu yang bahkan tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Namun, sebenarnya kita tahu bahwa kebetulan seperti itu sudah ada yang mengaturnya, ada alasan dan makna yang tersirat dari setiap sesuatu yang kita anggap hanya sebuah kebetulan.
Ketika memutuskan menulis tulisan ini saja, ini bukanlah sebuah kebetulan bahwa aku akan menulisnya dan kamu akan membacanya. Semua sudah ada yang mengaturnya bukan? Berhentilah menyalahkan kejadian yang menurutmu hanya kebetulan.
Dengan siapa hari ini aku akan bertemu, berbicara, dan berjalan bersama, rasanya terlalu dangkal untuk mengatakan ini semua hanya kebetulan. Ketika hari ini misalnya bertemu seseorang yang sudah cukup kamu kenal dan baru pertama kalinya berbicara dengannya inilah bukanlah kebetulan. Ini adalah skenarioNya dan konsekuensi dari setiap keputusan tindakan yang kamu pilih.
Ketika hari ini kamu bertemu sahabat lama yang sudah lama tak bersua, lalu akhirnya berbicara satu sama lainnya dan ternyata kamu masih dalam satu lingkaran pertemanan yang sama dengan orang yang baru saja kamu kenal, how it’s magic! Ya begitulah, terlalu rendah diri ini ketika masih saja menganggap semua kebetulan.
Apa kita lupa, kita lahir dari orang tua seperti apa, lingkungan yang bagaimana dan tumbuh bersama siapa dan berbagi kasih sayang dengan orang yang bagaimana, ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Tapi bisa jadi ini sebuah konsekuensi atau mungkin sebuah batu loncatan untuk membuat masa depan yang lebih baik untuk menemukan kebetulan-kebetulan menakjubkan yang telah Dia skenariokan dengan sangat sempurna.
Lalu diri ini pun seharusnya bersyukur ketika tumbuh di tengah orang-orang yang sangat mencintai, berkembang bersama keluarga, kerabat, dan sahabat yang penuh cinta untuk kemudian berbagi dengan orang-orang tercinta lalu pada akhirnya menemui Sang Pemilik Cinta dan segala skenarionya.
Ah, hidup ini terlalu indah untuk disyukuri. Ketika mulai lupa, ada keluarga yang mengingatkan, ketika mulai jatuh ada sahabat yang mengulurkan tangan. Bukankah ini bukan kebetulan? Seperti nikmatnya kebersamaan ketika diri ini mulai kesepian. Ah,rasanya jika syukur mampu memenuhi diri dan relung hati, tentu sabar tak lagi dibutuhkan karena tak ada lagi tempat untuknya disana, karena syukur telah memenuhinya semua sisinya.
Alhamdulillah…
Aku bersyukur dengan semua kebetulan terskenariokan yang menakjubkan ini.
Tuesday, April 19, 2016
Home »
Artikel Cerita
» Kebetulan Yang Tak Pernah Direncanakan
Kebetulan Yang Tak Pernah Direncanakan
Shopee Indonesia | 5:53:00 PM |
Artikel Cerita







