
Mei,
bungabunga liar mekar
bijibiji dibawa angin
jatuh di jantung bumi
berdetak, bernyawa
entah di sana musim apa
di sini, cinta.
Mei,
aku memilih melukis
matahari abuabu
biar tak terlalu terang
saat lukaluka
tak sengaja muncul
di retina mata.
Mei,
lihat!
tahun ini, akan ada seribu musim
langit boleh memilih warna apa saja
daun bisa gugur kapan saja
dan matahari, mungkin masih abuabu.
lalu Mei,
jarijari hanya tinggal menghitung
hingga Juni
katanya,
hujan telah lama dipesan
untuk bijibiji tumbuh
kian liar.
Mei,
sebelas bulan lagi
masih Mei
tapi musim kurasa punya nama lain
lalu akan ada warna baru
untuk matahari
dan bungabunga liar
bisa saja tak memilih mekar
aku, juga entah.
Mei,
entah musim apa di sana
di sini, cinta
itu saja.






