head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Sunday, April 24, 2016

Sepucuk Pesan Dari Si Bodoh Yang Terakhir

Google+

Satu pertanyaan yang mungkin mengcuat di pikiran kalian, atas dasar apa si bodoh menulis ini? Apa tujuan terselubung yang tengah dirancang si bodoh dengan hanya bermodalkan otak bodohnya itu? Apa karena hanya ia bodoh? Yah, sepertinya itu bisa menjadi salah satu alasan. Sebodoh bodohnya si bodoh, ia masih tetap bodoh. Seberapa tekun pun ia berusaha, walau untuk sekedar sedikit lebih pintar, tetap saja, ia terjatuh, terduduk, tertunduk, dan tetap bodoh, tentunya.

Ia bahkan masih tak tahu mengapa ia tak merasa jera walau hanya sekali, di sepanjang perjalanan semu yang kian membodohkannya, menuju kamu yang masih dan semakin tak pasti, kamu yang disana, entah sendiri atau telah berdua, atau mungkin bersama.Ah, tak tahu, keluh si bodoh.

Bahkan si bodoh juga tak rasakan letih, menulis ini, sebanyak ribuan bahkan jutaan kata, dari helai pertama hingga helai terakhir pesannya. Mengapa? Ah, kali ini si bodoh tidak akan menjawab tak tahu lagi. Karena,si bodoh tak tahu, ia hanya bisa berpura-pura menjawabnya dengan amat yakin, sedikit sok, dan membuatnya merasa jauh lebih bangga. padahal tetap saja, dalam hal ini, dia itu bodoh. Bagi si bodoh, ini, adalah kebodohan paling jenius yang dilakukan si bodoh. Si bodoh yang jenius, satu kali saja.

Ah! Si bodoh juga punya sebuah alasan pendukung yang amat lah kuat. Seseorang yang masih bermukim tanpa biaya sewa di ruang hati si bodoh hingga detik ketika ia selesai menulis ini. Kamuuu...

Kamu tahu? Ah, kalau ini kamu harus tahu. Dunia si bodoh seolah tengah diterpa badai kelopak mawar merah yang bersinar. Dunia nya seolah sangat mekar, mendung beranjak di usir semarak warna-warni bunga di dunia bodoh si bodoh yang entah mengapa semuanya di tumbuhi oleh beraneka bunga, padahal si bodoh
bahkan tak tertarik sama sekali pada bunga, dia lebih suka kopi dan musik yang berbau rock. Seperti musim salju yang tiba-tiba berganti menjadi musim semi, bunga-bunga menari, matahari tersenyum lebar, awan-awan putih polos berputar-putar girang. Aneh ya? Memang, begitulah. Mengapa si bodoh tiba-tiba merasakan sensasi luar biasa seperti itu? Ah, si bodoh lagi dan lagi, dengan bodohnya,menjawab, ah, tak tahu.

Hei, ingat tidak? Ah, mungkin tidak ya.Kamu, berujar seperti ini, entah ini hanya sekedar gurauan, omong kosong, atau memang tulus, si bodoh masih tak mampu membedakannya hingga sekarang, karena ternyata ia masih sangat bodoh, bodoh sekali, kadang ia benci saat seperti itu, mengapa ia begitu bodoh bahkan saking bodohnya kamu memberi julukan kepadanya; Pengecut,Lelaki putus asa. Mungkin, justru itu lah membuat hal – hal yang sebenarnya sudah pasti menjadi terlihat tidak pasti, akibat kebodohannya yang tak tahu apapun itu. Bodoh!! Ah, sepertinya si bodoh terlalu banyak bicara. Ini akan lebih mirip sebuah sekripsi kuliah daripada pesan yang terisi penuh.

Percaya atau tidak, si bodoh bahkan tak punya satu pun buku diary hingga saat ini. Jadi, bagaimana mungkin si bodoh akan menulis isi lembar demi lembar sebuah diary. Tetapi Si bodoh pengingat yang ulung meskipun ia bodoh, namun ia tak butuh diary untuk mengenang semua tentang mu. Si bodoh telah memliki sekeping hati untuk menyimpan file-file nostalgia tentang kamu yang terawat apik di ruangan khusus yang tak akan pernah penuh oleh semua tentang kamu, selalu ada tempat luang untuk memori demi memori berkaitan dengan kamu.Selalu, kata si bodoh.

Si bodoh yang masih saja tetap bodoh denganmulah bodohnya yang terlalu bodoh hingga ia bahkan tampak lebih membodohkan diri di dunia bodohnya yang amat bodoh. Sebodoh bodohnya bodoh, ya si bodoh yang terlalu bodoh. Bodoh, bodoh, dan bodoh.

Namun Si bodoh orang yang baik yang selalu mendoakanmu " Ya Allah SWT, apabila bukan hamba pendamping yang engkau persiapkan untuknya, maka jagalah jodoh yang engkau takdirkan mendampingi dia. Tetaplah jaga dan lindungi dia, permudahlah segala urusannya, tuntunlah dia, serta  keluarganya, jodohnya, dan orang-orang yang disayanginya Amin. " Begitulah doa Si bodoh ketika berduaan dengan tuhannya.

Jangan Lupa Baca Juga >> Sepucuk Pesan Si Bodoh
                                            Sepucuk Pesan Si Bodoh Bab 2
                                            Sepucuk Pesan Si Bodoh Bab 3

Percaya tidak percaya itulah kebaikan Si bodoh meski kamu seperti yang kamu sangka, kau salah duga. Itu nyata, dan bukan imajinasi sesaat belaka. Itu fakta, bukan rekayasa. Itu ada, bukan mengada-ada. Itu bukan fiksi, bukan ilusi, bukan sensasi ruang maya semata. Hanya satu yang pinta, bukan kesedian untuk bisa bersama, tapi hanya sebuah niat untuk percaya, Si bodoh hanya minta kamu percaya. Percaya, bahwa ia ada, dengan rasa yang nyata, untuk kamu semata. Hanya itu saja, yang Si bodoh pinta. Walau Si bodoh tidak tahu apa-apa, walau bodoh karena nya. Walau bahkan kebodohan sebab ketidaktahuan apa-apa ini membuat Si bodoh tampak sangat aneh untuk  sekedar untuk kamu mengerti, . Tapi, satu hal yang tak boleh kamu lupa. Walau Si bodoh bodoh dan aneh, sungguh, Si bodoh bukan orang jahat. 

Ini yang terakhir dari pesan Si bodoh, berbahagialah bersama seseorang yang pintar. Jika saat itu tiba, jangan  lupa, bagi undanganmu kepada Si bodoh. Sebagai Si bodoh mungkin akan datang, dan turut bersuka cita, atas bahagia kamu. 



Sampai jumpa, baik-baik kamu yang disana. berbahagialah atas doa-doa Si bodoh dan tenang aja Si bodoh juga akan berbahagia bukan hanya Si pintar di sampingmu yang pantas bahagia. Karena semua orang memang berhak untuk bahagia.

- The End


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+