head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Saturday, April 9, 2016

Kumpulan Sepenggal Aksara Tentang Hujan

Google+



  • Sampai nanti ketika hujan tak lagi meneteskan duka meretas luka, sampai hujan memulihkan luka.
  • Rintikan hujan dan gemuruh tak lagi ku perdulikan ketika ku tau aku jatuh cinta padamu.
  • Ketika kau mencintanya dan kau hanya mendapat hujan, cintailah aku sebagai pelangi mu.




  • Ada yg suka hujan dan pula ada yg tak suka. Rintik itu ibarat titik, kecil dan sedikit. Bgtulah perasaan padamu, namun berulang-ulang ada.
  • Hujan di kala malam mengakibatkan genangan perasaan rindu yang mendalam akan masa lalu.
  • Bersama air hujan yang turun malam ini, kujatuhkan sebuah perasaan yang menjelma air mata.
  • Aku menyampaikan kesedihan lewat hujan, dan dia mewakili perasaan lewat tetesan.
  • Hujan ialah tempat pelarian yang indah, tempat paling mudah untuk menyembunyikan perasaan yang membuncah ruah.
  • Perasaan manusia seperti cuaca.Bila bahagia, dia sama seperti pelangi di petang hari.Tetapi bila sedih, dia akan menangis seperti hujan.
  • Ketika langit kotaku berubah mendung kehitaman, Aku pikir serupa itukah warna rindu yang tertahan. Rindu penuh pengharapan.
  • Aku sudah mulai bosan menjadi penikmat hujan-mu, bisakah kini kau tuntun aku menuju altar pelangi bahagiamu.
  • Kali ini suara rintik hujan lebih syahdu kudengar daripada radio yang biasanya kuperdengarkan.
  • Apakah rindu masih bermakna jika diucapkan di bawah derasnya air hujan.
  • Apakah tetes air mata masih bermakna jika diteteskan dibawah rintik air hujan.
  • Selalu ada kisah di balik rintik hujan yang terlanjur jatuh. Entah itu kecupmu, entah itu lukaku yang membiru.
  • Aku tak benci hujan..Tapi semua itu terkadang membuat kenangan. Seolah datangnya hujan membuka kembali lembar-lembar kisah cinta.
  • Masih ingatkah kamu waktu kita bermain hujan berdua, Seandainya iya. masih adakah inginmu untuk melakukannya lagi.
  • Jiwanya sendu setiap hujan turun ,mukanya pucat saat mendngar hari ini hujan badai ,tangisnya jatuh bersama air hujan.
  • Mendekap dingin dikesepian tak bertepi. Hujan senja tenggelamkan segala mimpi. Samar2 bayangmu kian berlalu tak kembali.
  • Hujan, nama dan kehilangan yang dalam. Seakan rindu itu komedi putar, dia berputar terlalu cepat. Kehilangan itu begitu singkat.
  • Dan hujan selalu memaksa peradaban berhenti sejenak. Menikmati luka-luka lama yang tertanak.
  • Pada hujan, pada setiap bulir rintiknya, kusematkan anak-anak rindu. Mengalir, mengalirlah yang deras menuju muara rasa; kamu .
  • Ada yang menggenang dihalaman sehabis hujan, biasnya mengingatkan akan sesuatu, ia serupa airmata saat perpisahan ada.
  • Aku merasa kesepian di tengah keramain, di iringi rintik hujan..hanya butuh dekap kehangatan dan sedikit perhatian.
  • Saat hujan, mata bertautan.. Tak sepatah katapun terucapkan.. Hujan, tolong tanyakan apakah yg ia rasakan?
  • Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya, untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran.
  • Sesungguhnya, ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang, kerna hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya.
  • Melihat sikecil bermain air yang menetes lalu mengalir dunia, apa kabar di hilir? yang selalu menjadi akhir. dari sebuah takdir.
  • Bila hujan adalah pelukmu. Mataku tak lagi telaga, pipiku bukan muara. Namun bibirku ialah daratan bagi gemuruh di dada.
  • Tepat saat hujan deras, semua kenangan dan luka berhamburan di teras. 
  • Baiklah hujan, aku terima cintamu, tolong jangan menangis lagi, esok kita berjumpa tapi tak seperti ini.
  • Kata penyair, hujan selalu identik dengen kesedihan. Tapi bagi kau bunga, sedang aku ingin jadi hujan yang menyirami.
  • Untuk apa berteduh dkala hujan, tiap tetesnya adalah candu rinduku untukmu.
  • Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh,maka sebanyak itu pula rinduku yang sampai padamu.
  • Hujani aku hingga basah ada, lekat jadi satu nyata, itulah cinta seharusnya, menyatu tanpa pisah ada.
  • Dan, ah kau memanggilku dalam basah hujan dan aku tak cukup rindu untuk kembali dalam teduhmu.
  • Selalu bermimpi bersama mu dan ditemani secangkir kopi sambil menikmati rintikmu yang menawan hati.
  • Merenungkan hadirmu disini, tetes rinai hujan jadi teman diri, rindu jadi sedingin hati, jarak yang terpisah jadi saksi.
  • Cintamu tak lebih dari hujan jatuh yang tak jadi. bukannya membasahi, malah menggantung di atas bumi.
  • Berharap ada pelangi ketika awan menyapa, meski terkadang dsertai hujan.
  • Yang basah selain hujan itu tangis, sedih rindu yang menyelimuti, dua hati jadi jauh karena beda, itu kita katanya .
  • Tanah merindukan belaian sang awan. Menyebar cinta ke seluruh penjuru bumi.
  • Di rimbun dedaunan, setetes hujan semalam bersembunyi, lalu mengalir, ke mata air dimana kamu jadi muara.
  • Gerimis hujan bagaikan tirai antara resah dan rindu, kutitipkan salam kepada kicauan yang berteduh.
  • Membersamaimu ketika hujan adlh anganku disore hari. Bagiku, kamu adlh hujan yg menentramkan dan datang disaat yang kuharapkan.
  • Ini benar menyisir, sela-sela kenangan dijatuhi hujan; namamu terbasahi lagi dikepalaku.
  • Hujan dan mentari perhiasan langit, kamu berada di antaranya. Menjelma pelangi, berwarna-warni. Aku melukismu dari kejauhan. 
  • Aku ingin bersama mu menikmati hujan dan di temani secangkir kopi. Dan saat itu adakah saat dimana kau telah jadi makmumku.
  • Pada luka yang ia lupakan, ada kenangan yang ia terlantarkan. Dan itulah yang membuat hujan kali ini terasa begitu memilukan.
Demikianlah sepenggal akasara tentang hujan...


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+