head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Thursday, March 31, 2016

Sedekah Dari Langit


hujan rintik telah usai membasahi rumput dan tanah kerinduan
dingin menyelimuti tubuh ringkih dan kisut di dalam gulita malam temaram
tanpa cahaya lampu dan kerlip kunang-kunang
seolah alam termangu dalam kebisuan
hening itu tak lagi menyiksa
apalagi membawa lara

Sepenggal Kisah Bahagia

Ada dua masa; Masa Lalu dan Masa Depan?
Kau ingin hidup dimana?
Aku ingin hidup di masa lalu
Karena,, Aku bahagia disana...

Jantung yang pernah membawaku sampai kesana
Dia pula yang membawamu sampai sejauh ini

The Rain

Masih terdiam di derasnya hujan yang membasahi luasnya kota. Dinginnya udara tidak membuat tubuh ini tergerak. Kerasnya suara deras hujan yang jatuh di antara jalanan dan atap bangunan hanya menjadikan latar suara untuk tempat ini. Warna yang saat itu entah hitam ataukah putih hanya sebuah latar di luasnya langit. Dinginnya air hujan yang membasahi tubuh ini hanya membuat mati rasa. Diri ini hanya menunggu redanya deras hujan dan semua rasa dingin yang menusuk sampai ke dalam kulit.

Si Gadis Mawar

Hari yang dipenuhi derai hujan hingga membuatku berpikir, apakah bumi sedang menangis? Menangisi nasibnya yang selalu dilukai tangan-tangan penghuninya? Tidak, bumi tidak pernah mengeluh betapa dirinya terluka, dikhianati. 

Bumi menerima nasibnya. Sepintas anganku melayang menembus waktu, merambah masa lalu. Ketika itu seorang gadis kecil sedang menari di bawah naungan hujan. Berdiri di sampingnya, seorang anak laki-laki yang terlihat lebih dewasa, menutup matanya seakan sedang menikmati guyuran anugerah dari Sang Ilahi.

Kau Terlalu Pagi Datang

Pagi yang sebaik ini
Kubayangkan engkau adalah embun penguasa kedinginan
Biadab menyiksa warna bunga dengan gigil yang tak lagi tertahan
Kabut ringan menuntun tegas aroma bahagia
Mencampuri wangi bangkai kenangan yang sempat kita rayakan berdua
Satu dua hari kedepan, kau dan aku masih sama
Dungu dan belajar bijak memahami majas tentang cinta
Menjadi si buta yang keras kepala
Meraba-raba dimana pintu kemungkinan itu berada
Merangkai rayuan menjadi bisikan manja
Berharap cumbu akan melahap kita menuju surga


Alkisah Adanya Bintang Jatuh

Hari ini senja terlalu cepat memanggil malam, mungkin dia rindu akan kecantikan rembulan. Membawa sekuntum mawar merah jingga persembahan kalbu meski terkadang mengabu. Sementara diantara hiruk pikuk suara kota dibawah sana, aku terlentang bebas diatas gedung bersejarah ini. Sisa peninggalan para pahlawan yang memperjuangkan kebebasan bernafas yang bernama kemerdekaan. 


Dalam kesendirian ini, aku hanya ingin menyaksikan bintang yang saling bercumbu. Saling merayu satu sama lain. Tak jarang salah satu dari mereka patah hati dan bunuh diri, menjatuhkan diri ke bumi. Itulah keindahan langit yang maha dahsyat. Mengandung mitos bahwa semua kumpulan do'a akan terkabul jika kita melihatnya. Ini kebiasaan lamaku, hanya untuk sekedar memugar janji yang telah usang dan melepaskan segala beban yang terpikul di pundak seharian, hingga subuh mulai meneriakan ayat-ayat Tuhan.

Gara-Gara Kamu Part 2

“Noval juga. Tapi kok teknologi pangan? Mau jadi dosen?”
Dia terkekeh geli lagi. “Soalnya, aku benci sama negara ini yang nggak bisa manfaatin sumber dayanya.”
“Nggak bo-leh ben-ci,” aku memainkan jari telunjukku ke kanan-kiri. Lalu kami berdua tertawa bersama.

Gara-Gara Kamu Part 1

Dunia ini adalah rangkaian benang takdir yang membentuk bola kehidupan. Di mana setiap benang mengikat manusia satu sama lain, memaparkan ribuan warna berbeda tiap helainya. Termasuk di dalamnya ada benangku dan benangmu. Benangmu, yang menjuntai indah, membentuk ikatan takdir dengan banyak orang, bak tunas kelapa yang tumbuh di penjuru pesisir. Begitu hebat, begitu berkilau, mampu mengarung jauh.

Pemalas Yang Takut Kaya

Orang malas memiliki bakat untuk menjadi sukses luar biasa karena orang tipe ini tidak bersedia melakukan apa yang ia tidak ingin lakukan! Orang-orang pemalas hanya mengerjakan apa-apa yang membuatnya senang dan bergembira saja, titik. Motivasi mereka adalah panggilan hidup.

Jack SI Pemalas Yang Beruntung

Pada suatu masa, hiduplah seorang anak laki-laki yang bernama Jack dan hidup bersama dengan ibunya. Mereka sangatlah miskin dan ibunya yang sudah tua itu menghidupi mereka dengan berkerja sebagai penenun, tetapi Jack sendiri adalah anak yang sangat malas dan tidak pernah mau melakukan apapun selain berjemur di matahari pada hari yang panas, dan duduk di sudut rumah saat musim dingin. Sehingga dia dipanggil Jack si Pemalas. Ibunya sendiri tidak pernah dapat membuat Jack melakukan sesuatu untuknya, dan akhirnya suatu hari da berkata kepada Jack, bahwa apabila dia tidak mulai bekerja dan menghidupi dirinya sendiri, ibunya itu tidak akan memperdulikan dia lagi.

Antara Pemikiran Yang Logis Dan Abstrak

Dedaunan melambai-lambai gemulai di atas ranting-ranting pohon yang demikian kecil. Seirama dengan desiran angin lirih di tengah kesunyian malam. Kutulis kalimat dengan hati-hati, mencoba untuk merangkai deskripsi suasana. Kulemparkan pandangan ke arah sekitar, canda tawa lepas itu sudah tak lagi terdengar. Kupejamkan mata pelan-pelan, banyak hal terbayang dan membebani batinku. Kurebahkan tubuhku menatap kemilau bintang-bintang di bawah langit tanpa rembulan.

Wednesday, March 30, 2016

Pemberian Yang Tersemat Dalam Kenangan

Angin merengkuhkan rasa gundahnya. Mengumpalkan perasaan itu ke semua orang yang menghirupnya. Sukses! Angin membuat hati ini begitu pekik terhadap suasana. Dengan gumpalan udara yang tak begitu bersih aku menghirup dalam-dalam hembusan angin tersebut. Ku rasakan memori terekam dan seketika ku pejamkan mata lamat-lama.

Inspirasi Dalam Gelap

Aku mempunyai sebuah kisah untuk siapapun yang mau menyimaknya. Ini kisah yang mungkin saja tidak terlalu penting untuk sebagian orang, namun bisa saja menjadi menarik untuk sebagian yang lain. Sebuah kisah tentang diriku dan perjalanan seorang wanita tua yang berusaha keras melawan rasa sepi dan kebingungan dalam dirinya, serta rasa lain yang mungkin terus-menerus menggelayuti dinding hatinya setiap saat di tempat itu. Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kota Cirebon.


Aku pertama kali melihatnya saat dia sedang duduk bersandar di salah satu tiang sudut masjid, dengan raut muka kosong menatap ke depan namun seolah bukan sesuatu yang terlihat yang sedang dipandanginya. Aku hanya berlalu saat itu, karena kupikir pemandangan seperti ini -orang tua, pengemis, dan lainnya- biasa kulihat di tempat ini, sehingga hal tersebut tidaklah menarik untuk kuperhatikan. Namun di saat yang lain, saat aku kembali melihatnya, baru kusadari bahwa wanita tua ini memiliki banyak cerita kehidupan yang dapat kujadikan pelajaran untukku. Pelajaran tentang arti rasa syukur terhadap apa yang aku punya.

Negeri Yang Terlupakan

Abidin. Seorang laki-laki bertubuh pendek dibanding tubuh laki-laki seusianya masih duduk di depan pesawat televisi yang ada di ruang tamu rumahnya, oh.. maaf, ruangan dua kali dua meter itu berfungsi juga untuk ruang keluarga, ruang makan, dan terkadang digunakan juga sebagai dapur. Bidin, begitulah dia biasa disapa. Hanya tinggal dengan ibu dan kedua adik perempuaanya di rumah yang hanya memiliki empat ruangan ini, selain ruang yang biasa digunakan untuk nonton tv, ada juga dua kamar, dan dapur.

Straberry Rasa Coklat


Seperti sebuah cokelat yang sangat manis untuk dirasakan. Tak ada satu orang pun yang ingin menjauh dari kemanisan ini. Sebuah kata-kata yang terukir indah pula karenanya. Mungkin aku tertarik juga. Satu rasa untuk seribu cerita. Sebuah cinta yang sangat manis seperti kelihatannya. Aku memandangnya, laki-laki di hadapanku yang sangat manis dengan senyumnya. Rivaldi. Satu nama yang selalu ku kenang. Nama yang sedang ku ukir indah dalam hidup ini. Karenanya, aku mengenangnya sebagai pertanda cinta. Sebagai kehidupan yang lebih indah selain cinta. Dan aku ingin hidup untuk bersamanya.

Penangkapan Dramatis Yang Berakhir Romantis

Saat kau mencintai seseorang, apa yang akan kau lakukan?

Tiga tahun yang lalu, aku pernah menyatakan cinta kepada seseorang. Wanita tentunya. Dia bernama Juli dan dia cantik. Maksudku sangat cantik. Yang aku ingat dia selalu menggunakan bandu berwarna putih. Pernah juga dia menggunakan kerudung berwarna merah muda dan dengan setelan baju yang sama. Dan sekali lagi aku katakan dia sangat cantik. Dan dia menolakku. Maksudku, dia tidak pernah menjawab pertanyaanku.

Love Heart Di Negeri Sakura

Cuaca di bulan ini diliputi hujan salju yang tampak menelan pemandangan. Ku pandangi alam sekitar yang berkabung oleh pekatnya salju. Hembusan-hembusan anginnya terasa dingin menusuk kulit.



TOK! TOK! TOK!

Suara pintu diketuk membuyarkan lamunanku.
“Cuacanya buruk bukan?” tanya seorang laki laki seraya menutupkan pintu.
“aku suka kok cuacanya! Membuatku betah lama lama di dalam kamar,” jawabku dengan senyum halus terukir di wajahku. “Kau selalu suka kan lama lama di kamarmu sendiri?” tanyanya lagi.

Ada Cinta Di Bulan Desember

11 desember tepatnya adalah saat liburan tengah semester, kegiatanku jika tidak kuliah kumpul bersama teman, dan jika saat liburan seperti ini aku biasa menghabiskan waktu di rumah atau sesekali kumpul dengan teman.

Kriiiingg…..
Lagi-lagi tidur siangku harus terganggu dengan deringan telepon, pikirku dalam hati siapa lagi yang tak pernah absen untuk mengganggu jam istirahatku. Ya pasti si rempong Arumi. Ya namaku Nadin aku suka dipanggil “Ndin” aku siswi dari salah satu universitas negeri di kotaku aku mempunyai seorang sahabat namanya Arumi dia rempong tapi sahabat yang selalu ada di saat suka dan duka.

Hujan Di Sebuah Pagi

Ku buka mataku yang sembab karena menangis semalaman, aku tak pernah membayangkan akan begini akhir sebuah hubungan yang sudah terjalin selama 6 tahun berakhir karena sebuah pertengkaran yang tak masuk akal. Pikiranku kembali pada kejadian kemarin sore saat aku bertemu dengan Kevin ya Kevin adalah mantan pacarku yang sudah ku pacari dan aku percayai untuk menjaga hatiku ini namun kemarin sore ia memutuskanku dengan alasan bosan dan ingin mencari yang lebih baik dariku.

Emora Dan Aramo

Terik matahari telah membakar kulit halus Ara, marah dan bete itulah yang dia rasakan saat ini. Bagaimana tidak, Ara telah menunggu lebih dari 2 jam di bawah sengatan mentari yang tak bersahabat dengannya siang ini. “Hm di mana sih kamu Emora? sampai berakar kaki ini rasanya. Kebiasaan! bener-bener jam kareet.” gerutu Ara yang terus mondar-mandir seperti taksi tanpa penumpang.



Emo sendiri cowok yang dimaksud gadis bernama Ara sedang bergelut dengan kerumunan macetnya kendaraan di Jl. Pemuda Surabaya. Decitan ban dan kemeriahan bunyi klakson yang bergilir membuat suasana di jalan pun benar-benar bising, pengap dan penuh aura kemarahan dari setiap pengendara. “Haduuh sampai kapan macet ini akan berakhir? sudah 1 jam lebih ku habiskan waktu untuk merayakan macet yang tak pernah berakhir ini. Pasti sekarang Ara telah mengeluarkan dua tanduk malaikat pencabut nyawanya.” Gerutu Emo sambil terus menekan klakson.

Ada Cinta Di Dalam Waktu

Cinta, seperangkat rasa yang membalut berbagai ekspresi hati yang tengah merajalela, mengalahkan bentuk lain dari kasih sayang. membentuk lekuk senyuman yang terkadang menyulitkan kegilaan tidak masuk akal, kebutaannya dapat mengikis habis benteng harga diri yang dijunjung tinggi, menyapu bersih debu kehidupan insan yang kesepian.



Tuesday, March 29, 2016

Cinta Beda Agama

Cinta adalah salah satu hal terindah yang pernah ciptakan. Cinta adalah sesuatu yang unik, sebab geraknya tak terlihat, tak terdeteksi, tak tertebak. Kamu tidak akan tahu kapan dan di mana, bahkan kepada siapa cinta itu tiba-tiba kamu rasa. Dia bisa hadir dari orang yang benar-benar baru, atau kamu baru menyadari rasamu padahal kalian sudah sering bertemu.


Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, cinta bisa datang sesukanya kepada siapa saja. Bahkan, kepada seseorang yang kamu sendiri sulit menjelaskannya. Namun karena sifat cinta yang seperti itu, beberapa kita jadi bisa terjebak pada suatu dilema.

Tentang Jodoh

Jika kau seseorang yang sedang dalam pencarian untuk menemukan pasangan hidup yang baik, maka tak usahlah mencarinya dengan cara  mengejar-ngejar dirinya. Cukuplah untuk mencari ridho Allah terlebih dahulu, kelak Allah akan jaminkan  untukmu menemukan dia yang kau cari dalam keadaan yang baik. Sedekat apapun rumahmu kalau tidak jodoh tidak akan bertemu, sejauh apapun rumahmu kalau jodoh pasti bertemu.



Untuk memantaskan dirimu dengan jodoh yang di tangan-Nya. Berjuanglah lebih keras. Karena disana ada yang diam-diam berdoa bisa mendapatkanmu. Artinya dia berharap bersama perempuan itu suatu saat. Tapi untuk saat ini dia belum bisa berjanji apa-apa. Tugas perempuan itu menyemangati.

Apakah Aku Mencintaimu? (Episode Keempat)


Aku datang ke tempat ini 30 menit lebih awal dari waktu yang dijanjikan untuk sebuah pertemuan. Dua hari yang lalu, seseorang menelponku.


"Halo.. Dengan Tantra Wijaya?" Suara di seberang telepon.
"Iya, saya sendiri. Maaf, ini siapa?"
"Ini aku, kak. Fahrani. Sebulan yang lalu. Kecelakaan. Rumah sakit."

Apakah Aku Mencintaimu? (Episode Ketiga)

Ketika sedang mengendarai motor, pikiranku memutar kembali ingatan saat aku dan Andre membicarakan soal prosesi lamarannya. Sebab itu aku jadi kurang fokus memperhatikan jalanan. Pada sebuah persimpangan aku dikejutkan oleh seseorang yang menyebrang jalan. Aku tidak tahu persis seperti apa orangnya. Yang aku ingat hanya aku menarik tuas rem secepat mungkin. Namun karena terkejut lantas aku membelokkan motorku tiba-tiba, dan aku lupa setelah itu apa yang terjadi padaku.



"Andien" Ujarnya sembari mengulurkan tangan.
"Hai. Aku Tantra." Aku pun menyambut uluran tangannya. "Udah lama nunggu?" Sambungku.
"Oh, enggak kok. Keadaan kamu gimana? Kata Syila, kamu abis kecelakaan?"

APAKAH AKU MENCINTAIMU? (Episode Kedua)

"Akhirnya..." Ucap Andre sambil menghembuskan napas yang terdengar seperti sedang melemparkan sebuah beban keluar dari paru-parunya.
"Kenapa, Dre?"
"Tadi siang, gue ngelamar Syila." Ucapnya tanpa memandang ke arahku, sambil kemudian mengulum senyum.


Aku terdiam sejenak, sambil mencoba meresapi perasaan Andre. Tapi aku gagal. Tiba-tiba sebuah tanya melintas dikepalaku, yang tanpa kusadari meluncur begitu saja dari mulutku.

APAKAH AKU MENCINTAIMU? (Episode Pertama)

Ada tenang yang kutemukan di sudut.
Ada nyaman yang kutemukan dalam sepi.

----------------------------------------------------------------

Dua hari lagi pesta pernikahan Andre, sahabat terdekatku, digelar. Sebagai sahabat, aku kerap direpotkan untuk menemaninya pergi. Entah untuk persiapan baju, rencana dekorasi, mencari tempat, memesan catering, dan tetek-bengek lainnya. Menyebalkan sekali saat aku diminta untuk menemani dia dan Syila mengurus sesuatu. Karena pada saat-saat seperti itu akan terlontar..


"Ra! Lo nggak pengen kayak kami berdua?" 
"Itu lagi... Ntar juga bakal ada waktunya." Jawabku setenang mungkin.
"Ya udah, terserah. Tapi jangan lama-lama. Nggak asik nanti, gue udah punya anak, elu masih sendirian aja. Apa perlu gue bantu cariin?"
"Iya, Ra. Ada temen aku yang lagi kosong, tuh." Sambung Syila kemudian.

Ibu


Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Fikiran Dan Samadi


Hidup menjemput dan melantunkan kita dari satu tempat ke tempat yang lain; Nasib memindahkan kita dari satu tahap ke tahap yang lain. Dan kita yang diburu oleh keduanya, hanya mendengar suara yang mengerikan, dan hanya melihat susuk yang menghalangi dan merintangi jalan kita.

Keindahan menghadirkan dirinya dengan duduk di atas singgahsana keagungan; tapi kami mendekatinya atas dorongan Nafsu ; merenggut mahkota kesuciannya, dan mengotori busananya dengan tindak laku durhaka.

Cinta lalu di depan kita, berjubahkan kelembutan ; tapi kita lari ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan, atau ada pula yang malahan mengikutinya, untuk berbuat kejahatan atas namanya.

Meskipun orang yang paling bijaksana terbongkok kerana memikul beban Cinta, tapi sebenarnya beban itu seiringan bayu pawana Lebanon yang berpuput riang.

Kebebasan mengundang kita pada mejanya agar kita menikmati makanan lazat dan anggurnya ; tapi bila kita telah duduk menghadapinya, kita pun makan dengan lahap dan rakus.

Tangan Alam menyambut hangat kedatangan kita, dan menawarkan pula agar kita menikmati keindahannya ; tapi kita takut akan keheningannya, lalu bergegas lari ke kota yang ramai, berhimpit-himpitan seperti kawanan kambing yang lari ketakutan dari serigala garang.

Kebenaran memanggil-manggil kita di antara tawa anak-anak atau ciuman kekasih, tapi kita menutup pintu keramahan baginya, dan menghadapinya bagaikan musuh.

Hati manusia menyeru pertolongan ; jiwa manusia memohon pembebasan ; tapi kita tidak mendengar teriak mereka, kerana kita tidak membuka telinga dan berniat memahaminya. Namun orang yang mendengar dan memahaminya kita sebut gila lalu kita tinggalkan.

Malampun berlalu, hidup kita lelah dan kurang waspada, sedang hari pun memberi salam dan merangkul kita. Tapi di siang dan malam hari, kita sentiasa ketakutan.

Kita amat terikat pada bumi, sedangkan gerbang Tuhan terbuka lebar. Kita memijak-mijak roti Kehidupan, sedangkan kelaparan memamah hati kita. Sungguh betapa budiman Sang Hidup terhadap Manusia, namun betapa jauh Manusia meninggalkan Sang Hidup.



#KhalilGibran

Musim Dingin


Dekatlah ke mari, oh teman sepanjang hidupku,
Dekatlah padaku, dan jangan biarkan sentuhan Musim Dingin,
Mencelah di antara kita. Duduklah disampingku di depan tungku,
Sebab nyalaan api adalah satu-satunya nyawa musim ini.

Semalam


Semalam aku sendirian di dunia ini, kekasih;
dan kesendirianku... sebengis kematian...

Musim Bunga


Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan,
Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya
dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah,
Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui
Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan
'Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,
Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Wajah-wajah


Waktu tak pernah adil..
Kadang ia berikan waktu yang panjang untuk kesedihan...
Dan ia berikan waktu yang sangat pendek untuk merecap kebahagiaan.
Namun Nikmat-Nya yang mana lagikah yang harus kudustai?

Ku Ingin Tahu Siapa


Dia yang memikat hati
Entah bagaimana caranya
Aku bisa tergoda

Antara Pagi Dan Malam Hari


TENANGLAH hatiku, kerana langit tak pun mendengari
Tenanglah, kerana bumi dibebani dengan ratapan kesedihan.
Dia takkan melahirkan melodi dan nyanyianmu.
Tenanglah, kerana roh-roh malam tak menghiraukan bisikan rahsiamu, dan bayang-bayang tak berhenti dihadapan mimpi-mimpi.

Aku Bicara Perihal Cinta


Apabila Cinta Memberi Isyarat Kepadamu, Ikutilah Dia,
Walau Jalannya Sukar Dan Curam.
Dan Pabila Sayapnva Memelukmu Menyerahlah Kepadanya.
Walau Pedang Tersembunyi Di Antara Ujung-Ujung Sayapnya Bisa Melukaimu.

Nyanyian Sukma


Di Dasar Relung Jiwaku Bergema Nyanyian Tanpa Kata;
Sebuah Lagu Yang Bernafas Di Dalam Benih Hatiku,

Yang Tiada Dicairkan Oleh Tinta Di Atas Lembar Kulit ;
Ia Meneguk Rasa Kasihku Dalam Jubah Yg Nipis Kainnya,
Dan Mengalirkan Sayang, Namun Bukan Menyentuh Bibirku.

Kata Selembar Kertas Seputih Salju


Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya. 
Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.”

Prosa (V)


Aku akan melakukan segala apa yang telah engkau ucapkan tadi
Dan aku akan menjadikan jiwaku sebagai sebuah kelambu yang
menyelubungi jiwamu.
Hatiku akan menjadi tempat tinggal keanggunanmu
serta dadaku akan menjadi kubur bagi penderitaanmu.
Aku akan selalu mencintaimu…sebagaimana padang rumput
yang luas mencintai musim bunga.

Anak


Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Mimpi


Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, 
“Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.”,

Kasih Sayang Dan Persamaan


Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui, bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan
dan pengertian tentang Kehidupan, maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu.

Persahabatan


Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Dua Keinginan


Di keheningan malam, Sang Maut turun atas hadrat Tuhan menuju ke bumi.
Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. 
Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan Sang Lelap.

Cinta


kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

Cinta (I)


Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang? ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:

Cinta (II)


Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga

Cinta (III)


Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.

Penyair


Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.

Rahasia Biruku…


Biru…
aku ingat saat dirimu menatap mataku dengan lembut 
dan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna 
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam

Kan Ku Abaikan Segala Hasrat Ku


Kan kuabaikan segala hasratku
Agar kau tenang kan hatimu
Kupertaruhakan semua ragaku
Demi dirimu bintangku

Sebutir Debu


Adalah sebutir debu…
Meringkuk kedinginan… Mengitari bumi tanpa rona
Selimut kecilnya tersapu angkasa
Rajut penghangatnya tercerai tanpa janji
Rindu…

Lagu Ombak


Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.