
Seandainya, sejak lulus SMK saya tidak memutuskan hijrah ke pulau Jawa, apa jadinya? Mungkin aku sedang meneruskan pekerjaan yang sudah menjadi tumpuan utama ekonomi keluargaku sejak lama, tapa memikirkan karier lainnya. Tanpa memikirkan pekerjaan yang lebih baik karena tidak perlu bertarung dengan nyamuk setiap hari. Mungkin saat ini aku tak punya pemikiran apapun soal luasnya dunia.
Lalu, seandainya aku tak memutuskan pergi dan terus melanjutkan studyku di Jogja, mungkin saat ini aku sedang hilir mudik cari kerja. Sebab waktu itu aku mengambil jurusan yang biasanya memang tak jadi perhatian di dunia kerja. Yah, Jurusan itu memang bukan untuk pencari kerja. Aku mungkin sekarang masih luntang-lantung di kota yang terkenal dengan gudeg itu. Kalau aku tak pergi, mungkin sampai saat ini, aku tidak akan pernah menyadari betapa waktu yang dulu ada telah sangat aku sia-siakan. Aku tidak akan sadar betapa ternyata aku masih belum tahu apa-apa.
Yah, memang. Sekarang aku juga masih meraba-raba. Kadang saat aku berpikir kembali, aku merasa aku tidak menjalani usia 21 seperti seharusnya seseorang yang berusia 21. Walau aku juga tidak tahu bagaimana seharusnya seseorang yang berusia 21 bersikap seperti seseorang yang berusia 21. Oke, sepertinya itu pengulangan yang sangat tidak perlu.
Kalau saja aku mengambil pilihan yang berbeda, mungkin hidup yang aku jalani saat ini berbeda. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa. Entah lebih baik entah sebaliknya. Namun pilihan yang telah aku ambil selama ini membawaku pada aku yang sekarang. Membawaku pada pemikirian yang kupunya saat ini. Dan juga menuntunku menemukanmu.
Aku tahu kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dengan konsekuensi yang berbeda-beda. Apapun yang kita pilih mungkin itulah yang seharusnya terjadi pada kita, baik atau buruk. Tentu saja aku pernah menyesali beberapa pilihan yang pernah kuambil karena kenyataannya pilihan itu membuatku melukai orang lain. Tapi kalau ditelaah lagi, entah kenapa aku merasa itu memang sudah seharusnya terjadi. Yah, semua memang terjadi untuk sebuah alasan. Aku percaya hal itu.
Di depanku ada bebrapa pilihan yang mulai muncul. Beberapa pilihan mengenai diriku, juga beberapa pilihan berkaitan kamu. Aku merasa keduanya saling bertautan saat ini. Aku tidak tahu apakah pilihan itu akan baik buatku, atau sebaliknya. Atau kah mendekatkan kita, atau menjauhkan. Aku hanya berharap aku tidak akan menyesali selamanya. Sebab saat aku memilihnya, aku bisa menjalani hidup seperti yang aku mau. Hidup yang sebenar-benarnya hidup. Entah denganmu, ataupun tidak.






