
Apa kau baik? Aku sedikit kecewa ketika akun media sosialmu minim sekali update-an terbaru. Tapi, ya... Itu hak-mu. Mungkin harimu di dunia nyata terlalu menyenangkan. Ah, ya... semoga selalu begitu.
Tidak. Kamu tidak perlu terlalu menghiraukan. Karena aku tahu kamu tidak akan. Hehe.
Ah, iya. Cuaca sekarang sedang tidak menentu, kamu tahu itu kan? Jagalah kesehatanmu baik-baik. Aku sedang tidak dalam kondisi yang bisa mengingatkanmu selalu. Selain itu, aku tidak bisa melakukan itu sebagai teman sebagaimana kamu. Debar ini tak bisa kutahan untuk tidak lebih dari itu.
Aku tidak meminta. Tapi ketika kamu melintas di benakku, senyum kecil tersungging di bibirku. Menenangkanku dalam sepersekian waktu. Ah dasar kamu! Bagaimana mungkin kamu memenangkan aku tanpa berusaha sedikitpun?
Baiklah. Kamu kemarin menanyakan tentang maksud dari sebatang ranting yang kuberikan, kan? Iya, aneh sih, memang. Tapi aku memang ingin melakukannya. Suatu saat jika takdir memang mengarahkan, akan kuberitahu untuk apa ranting itu. Tapi, aku tidak bermaksud untuk membuatmu menungguku. Sungguh. Aku hanya... Kuharap kamu bisa mengabaikannya. Toh itu hanya sebuah ranting.
Aku merasa bodoh karena seharusnya aku tidak perlu melakukan ini. Karena kamu akan tetap jadi kamu. Jangan biarkan apa yang kusampaikan ini mengganggumu, oke? Ahh, aku juga bahkan sebenarnya tidak perlu mengingatkanmu. Karena aku tahu, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan sebagai kamu.
Baiklah. Jangan menunggu...






