head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Monday, April 4, 2016

Hujan Yang Terbuat Dari Rindu

Google+


Mengingat aku begitu mencintai hujan, rasanya tak terlalu luas jarak diantara kita ketika musim mengingatkanku padamu. Hati memang perlu ruang agar dapat merasakan kerinduan. Entah rindu untuk yang keberapa kalinya. Hanya membiarkan hati berkelana menemui takdirnya. Sesekali berhenti untuk bisa lanjut kembali, hingga akhirnya bertemu denganmu, sang pecinta hujan. Kataku; hujan adalah musik paling romantis yang mampu membuat rasa tentram. 

Dalam syahdunya rintik hujan, hujan menyelipkan kesempatan bagiku untuk menyediri. Aku tau kau akan datang bersama awan yang setia melebur dirinya untuk membuatmu tenang. Kau selalu menyembunyikan kegelisahanmu dalam balik bayang-bayang. Atau aku yang terlalu mengkhawatirkanmu, hingga pada hal remeh yang menurutmu berlebihan.

Aku pernah sesekali membuat asumsi-asumsi agar hati ini berlabuh padamu, namun jika tidak kuharap perkenalan kita tak akan berakhir begitu saja. Meski hati berlabuh pada rasa yang baru, ku tak ingin benar-benar kehilanganmu. 

Lucu ya? 

Bahkan mungkin sedikit egois bagimu. 

Tapi apakah takdir benar-benar akan membuat kita bertemu lalu saling melupakan? 

Menatap dari kejauhan setelah berterima kasih  atas kesempatan berkenalan. Kau benar-benar tau bahwa kita berkenalan tanpa persyaratan. Hanya musim berlalu lalu mengantarkanmu padaku. Seperti daun gugur, tak mengapa rasa itu berlalu karena musim telah menunggu. Kering, tertiup angin, lalu jatuh. Kadang berhenti di hadapanmu, hanya singgah bukan menetap.

Irama titik hujan di balik jendela seolah menyapa dan menceritakan lagi kisah pertemuan kita. Takdir mungkin akan membawamu pergi suatu saat nanti, tapi jika kau tak lagi kembali, izinkan aku ingin meminta janjimu, sanggupkah kau mengenaliku saat kita bertemu lagi nanti? Jika itu terlalu berat bagimu, ku buat ini sederhana, agar kau tak keberatan jika aku mengingat pertemuan ini saat aku menyaksikan hujan,,, Janji ya?


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+