Monday, April 11, 2016
Home »
Artikel Cerita
» Cinta Tak Harus Memiliki
Cinta Tak Harus Memiliki
Shopee Indonesia | 5:17:00 PM |
Artikel Cerita
Duhai kekasihku. Hari ini aku memikirkanmu kembali. Mengingat kenangan-kenangan indah yang pernah kita lalui. Dalam kesendirian, halusnya perasaan cinta masih membekas di hatiku. Kata-kata manismu masih membahana, bergema di dalam jiwa ini. Tiada yang tersingkirkan dari ingatanku, meskipun secuil.
Lalu, apakah ini pertanda bahwa kita masih memiliki cinta yang sama? Cinta yang tetap terjalin meski jarak memisahkan. Meski tidak ada lagi kebersamaan, bahkan hanya sekedar bertegur sapa.
Duhai kekasihku. Engkau mengetahui bahwa kita berulangkali jatuh dalam pusaran cinta yang rumit. Sebab kerasnya prinsip dan besarnya keegoan diri, engkau dan aku tak pernah sejalan dalam hidup. Aku ke barat, engkau ke timur. Tak pernah bertemu di satu titik yang sama. Hingga kita pun tenggelam dalam tingkah diri masing-masing.
Tapi, entah mengapa disisi yang lainnya, cinta yang ada di dalam hati kita kian tumbuh bersemi. Bahkan terus mekar dan mewangi. Apakah ini namanya cinta sejati? atau hanya sebatas cinta yang tak bisa berjodoh?
O.. Sungguh berkuasa Tuhan mempermainkan kita. Ia telah menumbuhkan benih cintanya hingga berbuah, namun Ia pula yang terus-terusan menerjang pohon cinta kita dengan badai dan prahara. Engkau dengan prinsip dan jalan hidupmu, aku pun demikian. Tiada yang bisa menyatukan, karena aku dan dirimu laksana air dan api. Saling berlawanan namun tetap saling berdampingan. Tak ada kebencian atau permusuhan, kita selalu melanjutkan semua perjalanan hidup ini dengan rasa.
Ya, sekali lagi cinta yang ada di dalam batin kita memang tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Ini terasa nyata saat kita berdua meninggalkan tegur sapa dan diskusi. Ada yang kurang dalam hidup ini, dan ada yang tidak pas dalam hari-hari kita. Sebab, aku dan dirimu dulu telah saling melengkapi.
Namun, itu tetaplah menjadi kenangan masa lalu saja. Engkau dan aku telah menentukan jalannya sendiri. Kau dengan duniamu, sementara aku dengan segala kehidupanku. Dan meskipun ada rindu untuk mengulang kenangan indah bersamamu, namun kini ada yang terus menjadi pelipur laraku. Itulah cinta, cinta yang dulu pernah mempertemukan kita.
O… Memang tiada jalan lain untuk kita selain berpisah. Dan walaupun berat, mungkin cinta kita bukan berjodoh.








