head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Monday, April 25, 2016

1000 Tahun Lagi

Google+

Fatamorganakah? Aku melihat sesuatu bergerak tetapi samar, hadir di layar bening seperti air. Apa ini karena pengaruh lelahku atau aku yang merasa berada di tengah gurung gersang berpasir yang setiap cakrawalanya hanyalah perpaduan antara kaki, langit dan garis harapan. Sesuatu itu hadir. Fatamorganakah ini? Bayangan samar itu semakin kuat hadir di pelupuk mataku. Namun, ini adalah sesuatu yang indah ibarat senja sekilas tetapi menggetarkan.

Subhanallah!! Jika pun ini fatamorgana yang berada di antara kelelahan dan perjalananku yang masih panjang tetaplah itu sesuatu yang kuyakini hal yang paling indah dan mungkin itu adalah perhiasan yang paling sempurna di jagad raya.

Seketika aku terdiam dalam benakku dengan segala pertanyaan,
Untuk apa fatamorgana itu aku lihat? 
Bukankah masih banyak lelaki lain yang lebih pantas mengejatawantahkan fatamorgana itu?
Apa maksudnya tuhan mengirimnya ke dalam alam fikirku?

Belum semua pertanyaan selesai tiba-tiba sebuah jawaban muncul begitu saja entah darimana datangnya. " Ia tunjuhkan sesuatu itu untukmu, untuk engkau mengerti; bahwa inilah cara tuhan masih jatuh cinta padamu ". Seketika hatiku bergetar hebat, mataku berkaca-kaca seperti sebagian tubuhku berprasa sendiri. 

Begitulah, akhirnya aku paham ibarat musafir yang menemukan air di tengah gurun gersang membuat seketika rasa haus hilang, rasa lapar seperti tercukupi pula dan kecemasan melangkah lebih jauh sirna seketika karena merasa akan hidup 1000 tahun lagi.


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+