Berhenti sejenak
Menghilang sejenak
‘greget’ tak tersampaikan
Sebenarnya bingung juga mesti berbuat apa
Tapi aku harus bertindak
Jika diam maka akan semakin banyak yang kecewa
Cerita mereka menunggu solusi
Bukan sekedar cerita tanpa arti
Malu memang
Tapi tak tahu harus bagaimana
Power itu belum ada
Memantaskan diri?? Oh..apakah bisa
Takut kalau mereka kecewa
Takut kalau mereka ada yang terluka
Tapi jika terus diam..
Tak akan berarti apa-apa
Tak kan pernah ada jalan keluar
Komunikasi…itulah kuncinya
Jadi..
Kurangi perhatian tak seharusnya
Alihkan perhatian kepada mereka yang layak diperhatikan
Tapi ingat jangan mendadak dan berubah drastis
Hal Itu justru kentara
Lalu bagaimana??
Bersikaplah sewajarnya
Anggap kamu tak tahu apa-apa
Lakukan saja yang memang harus kamu lakukan
Ukhuwah itu indah jika kamu jaga
Ukhuwah itu indah jika tak hanya kamu yang merasakannya
Ukhuwah akan menjadikan kita seperti keluarga
Bagikan rasa itu untuk mereka yang membutuhkannya
Tapi ingat ada rambu-rambunya
Bukan bermaksud pilih-pilih
Tapi mengikuti kemauan hati tak ada salahnya
Allah cinta kita yang taat aturannya
Memang tak sesederhana itu
Tapi toh kita harus berusaha
Berhenti menyalahkan keadaan
Berhenti memandang semuanya sebelah mata
Mencoba untuk lebih peka sepertinya itu jalan keluarnya
Berhenti terpaku pada logika
Karna logika juga ada batasannya
Tak ada salahnya mendengarkan apa yang ada dalam rasa
Kurasa itu tak berlebihan sepertinya
Bukan lebai atau manja
Hanya saja mencoba berbagai cerita
Tentang mereka yang mungkin terluka
Walau kita tak menyadarinya
Tapi tolong akui mereka itu ada
Mereka butuh perhatian seperti keluarga
Mereka bagian dari kita
Bukankah kita saudara??
Wednesday, April 20, 2016
Home »
Artikel Sastra
» Keturunan Adam Dan Hawa
Keturunan Adam Dan Hawa
Shopee Indonesia | 8:49:00 AM |
Artikel Sastra







