head>
loading...
Loading...
AdView adView = baru AdView ( ini ); adView . setAdSize ( AdSize . BANNER ); adView . setAdUnitId ( "ca-app-pub-7572031425631474~2036613002" ); // TODO: Tambahkan adView ke hierarki tampilan Anda.

Tuesday, September 24, 2019

Puisi Gus Mus : Aku Harus Bagaimana

Google+


Musikalisasi Puisi : Aku Harus Bagaimana (Gus Mus) || Penyair Hitam


Puisi gus mus atau KH Mustofa Bisri atau Gus Mus hanya menanggapi santai soal puisi karyanya yang belakang kemarin sempat menjadi perbincangan. Puisi yang sarat makna itu, menjadi ramai manakala dibacakan Ganjar Pranowo, Cagub Jateng saat acara di Kompas TV.

Mulai dari presenter TV sampai kelompok ormas Islam sempat salah paham soal puisi yang dibacakan Ganjar itu.

Namun belakangan malahan meminta maaf setelah tahu puisi 'Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' ini karya Gus Mus, seorang sesepuh NU.

Bait puisi yang sempat ramai itu berbunyi, 'Kau bilang Tuhan sangat dekat, Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saa. Kau bilang kau suka damai, Kau ajak aku setiap hari bertikai'

Dalam keterangan pers seperti disampaikan cerita puisi itu ditulis pada tahun 1987 itu.

"Beliau menceritakan puisi itu karangan beliau 30 tahun lalu, waktu itu masih jadi anggota DPRD provinsi bersama Kiai Toyfur almarhum. Beliau cerita puisi itu hasil ngobrol dengan Kiai Toyfur, kata Kiai Toyfur 'Gus catat saja, bikin saja terus jadi puisi," kata Gu Yasin yang menemani Gus Mus dan keluarga di bandara.


#gusmuspuisi #kauinibagaimana #penyairhitam #gusmusdangusdur #gusmus2019 #musikalisasipuisi #visualisasipuisi #kumpulanpuisi #puisigusmus #penyair


Share Artikel Ke :
Facebook Twitter Google+